Pagi hari anggota generasi 0, Zenchi, selalu dimulai lebih awal.
Awalnya Zenchi adalah tipe orang yang aktif di malam hari, tetapi berkat omelan rinci ala ibu rumah tangga dari Hanai, dia perlahan mulai terbiasa bangun pagi.
Dengan malas, Zenchi bangkit dari sofa di depan komputer. Dengan mata setengah mengantuk, dia melihat sekeliling lalu bergumam,
"Hanayori... nggak ada ya."
Padahal itu hal yang wajar, tapi sejak Hanayori pernah menginap di rumahnya, Zenchi jatuh ke dalam kondisi kekurangan unsur Hanayori (istilah buatan sendiri).
Tidak bisa langsung dibilang ketergantungan. Hanya saja, bagi Zenchi yang selama ini selalu sendirian, kalau tiba-tiba ada orang bodoh yang rajin mengurusinya... ya jadinya begini.
Seperti induk burung yang merawat anaknya. Hanya saja, perasaan si anak kepada induknya sangatlah berat.
"Fuwaah... cuci muka dulu."
Sambil mengikat rambutnya dengan karet rambut yang ada di dekatnya, Zenchi menguap. Dan tentu saja, semua ucapannya terdengar jelas oleh para penonton siaran.
• Dari pagi udah dikasih tontonan manis begini.
• Seketika langsung melek gue.
• Dia bahkan ngomong nama Hanayori pas tidur juga...
• Berat banget cintanya wkwk.
• Overdosis teetee.
Setelah mencuci muka, Zenchi berjalan ke dapur dengan rambut masih acak-acakan lalu memanggang roti tawar.
Zenchi yang dulu cuma bisa merebus air, kini berkat didikan Hanayori sudah memiliki kemampuan rumah tangga setara anak SMP kelas satu.
Zenchi mengoleskan mentega ke roti yang sudah matang lalu memakannya dalam diam.
Mari kita lihat isi kepalanya saat itu.
(Kalau makan bareng Hanayori pasti lebih enak. Kenapa makan sendirian terasa sepi begini ya? Apa kupanggil lagi dia ke rumah? Tapi kalau dia merasa terganggu gimana... harus gimana ya?)
Penuh Hanayori!
Aku tarik kembali ucapanku sebelumnya. Ini jelas ketergantungan.
Rasanya seperti hubungan saling bergantung, tapi jelas salah satunya jauh lebih berat.
Setelah selesai makan, Zenchi memasang mikrofon lalu mulai berbicara.
"Selamat pagi semuanya."
• Pagiii.
• Halo halo.
• Dengerin sebelum berangkat sekolah nih.
• Suara Hanayori tadi menyelamatkan hari.
"Suara Hanayori?"
Zenchi memiringkan kepala kebingungan.
Wajar saja dia tidak tahu. Itu istilah baru yang muncul sekitar seminggu lalu, digunakan ketika Zenchi tanpa sadar menyinggung Hanayori dalam obrolannya.
"Hari ini aku mau santai aja."
• Bukannya tiap hari emang gitu?
• Bukan hari ini, tapi hari-hari biasa.
• Lucunya penonton lebih tahu rutinitas hidup Zenchi daripada dirinya sendiri wkwk.
"Hidupku memang dikuasai penonton dan Hanayori."
• Tiba-tiba suara Hanayori lagi.
• Nggak salah juga sih.
• Hanayori malah lebih nguasain daripada kita wkwk.
• Itu bukan menguasai, tapi mendidik.
• Nah itu.
Karena Zenchi tipe orang yang agak tumpul, siaran 24 jam ini bisa berjalan lancar. Bisa juga dibilang dia terlalu cuek soal dirinya sendiri.
Orang yang pekerjaannya dilihat dan didengar penonton tentu saja akan terpengaruh komentar penonton dalam setiap tindakan.
Tapi karena Zenchi sama sekali tidak merasa terganggu soal itu, dia justru populer.
Zenchi terus mengoperasikan komputer. Bukan PC streaming, melainkan komputer satunya yang biasa dipakai sehari-hari.
• Belakangan sering main komputer ya, lagi ngapain?
• Memangnya ada kerjaan baru?
Melihat komentar itu, Zenchi tersenyum bangga lalu berkata dengan senang,
"Hehehe, akhir-akhir ini aku lagi nulis fanfic tentang aku dan Hanayori."
• Wkwkwk.
• Produksi sendiri konsumsi sendiri dong.
• Jadi ini tindakan kompensasi karena kangen Hanayori ya... nangis saya.
• Akhirnya dia gila juga.
• Sama gilanya kayak niru suara Hanayori sendiri.
• Ini bakal jadi sejarah hitam nanti wkwk.
"Nanti kalau sudah selesai bakal kupublikasikan. Tolong dibaca ya."
Zenchi adalah seorang kreator.
Selain urusan rumah tangga, dia sebenarnya sangat berbakat. Bisa programming, bisa menggambar, bisa menulis novel maupun manga.
Masalahnya cuma satu: dia tidak punya motivasi.
Namun karena unsur Hanayori dalam hidupnya benar-benar menipis, dia menulis karya itu dengan semangat ala begadang tengah malam.
...Meski nanti setelah dipublikasikan dia akan menyesali rasa malunya, tapi itu cerita lain.
• Fans garis keras Hanayori banget...
• Baru sadar sekarang? wkwk
• Wanita yang mencintai Hanayori dan dicintai Hanayori.
• Fanfic tentang diri sendiri dan Hanayori terlalu kuat wkwkwk.
Karena rasa malunya masih belum berkembang sempurna, Zenchi tidak mengerti kenapa semua orang menertawakannya. Padahal dia serius.
Begitulah waktu berlalu, dan hari sudah menjelang sore.
Mungkin karena cahaya matahari senja yang masuk dari jendela.
Zenchi merasa sedikit sendu.
Dengan ekspresi murung dan helaan napas pelan, dia memikirkan seorang wanita.
"Hanayori... pengin ketemu."
• Ugh...
• Stoppp... manis banget ini.
• Cepat temui dia dong Hanayori.
Meski suasananya bercanda, komentar mulai ramai menyalahkan Hanayori.
...Sebagai tambahan, mereka sebenarnya pasti saling berkirim pesan setidaknya sekali sehari. Tapi rasa ingin bertemu langsung memang sulit ditahan.
Lalu, terdengar suara notifikasi dari ponsel Zenchi.
• N-notifikasi itu...!
• Kita menunggu momen ini!
• Timing sempurna!!
• Memang kamu yang paling kuat.
Zenchi melihat pesan itu, lalu wajahnya langsung bersinar cerah.
Dia berdiri dan mulai mondar-mandir di sekitar ruang tamu dengan gelisah.
"Hanayori katanya mau datang ke rumahku...!"
• Nada akhirnya kuat banget.
• Ekspresinya langsung cerah semua wkwk.
• Inilah teetee...
• Gelisah banget wkwkwk.
• 【Hanayori Kohaku】Aku ke sana sekarang, tunggu ya♪
• Hanayori muncul dong!
• Cepat datang!
• Diam-diam nonton stream juga ternyata wkwk.
• Ini jalur nginep datangggg!
Kolom komentar langsung ramai, jumlah penonton pun melonjak drastis.
Di trending SNS bahkan muncul kata: Hanayori × Zenchi Menginap.
Zenchi melihat komentar dari Hanayori, lalu tersenyum malu-malu kecil dan berkata,
"Un, aku tunggu!"


Posting Komentar