"Kenapa aku malah dikucilkan sihhhh!!!"
"Maaf deh."
• Turut berduka.
• Minta maafnya enteng banget wkwk.
• Ya jelas lah, kamu kan tidak bisa main alat musik...
Sudah seminggu berlalu sejak kolaborasi duel musikku dengan Classy-chan.
Kolaborasi yang tayang di channel resmi itu mendapat respons besar dan bahkan berhasil naik ke peringkat 1 trending. Jumlah subscriber aku dan Classy-chan juga meningkat. Aku jadi 420 ribu subscriber, sedangkan Classy-chan menjadi 260 ribu.
Entah kenapa Tsuna-chan juga ikut terdongkrak hingga 200 ribu subscriber.
Dengan begitu, seluruh anggota generasi kedua kini punya lebih dari 200 ribu subscriber.
Dengan wajah puas, saat ini aku sedang mengadakan kolaborasi generasi kedua di karaoke.
Maaf sih buat Tsuna-chan yang sampai berkaca-kaca, tapi memang dari awal aku berniat tidak mengajaknya. Dia memang bukan orang yang cocok ada di situ.
Kalau dia ada, suasana seriusnya pasti langsung hancur.
"Maaf ya, Tsunamayo-san. Tidak ada pilihan lain. Soalnya Hanayori-san tidak mau melepaskanku..."
"Jangan ngomong yang bikin salah paham dong, Classy-chan. Yah, walaupun memang nggak ada niat melepas sih."
"Hanayori-san..."
Classy-chan menatapku dengan mata berbinar dan wajah memerah. Jarak kami bahkan tak sampai satu sentimeter. Dari sudut pandang orang lain, Kura-chan yang menempel erat padaku jelas sudah jatuh sepenuhnya.
"Hei, kalian berdua di sana...!!"
""Kenapa?""
Melihat suasana mencurigakan di antara kami, Tsuna-chan akhirnya berteriak.
Duduk di seberang kami, dia menepuk meja keras-keras lalu berkata,
"Kenapa apanya?! Ini aneh tahu, jaraknya dekat banget! Dulu masih jutek-jutek, sekarang baru diluluhkan sedikit langsung manja begitu?! Bukannya Classy-san harusnya lebih susah ditaklukkan?!"
"Jarang-jarang nada bicaramu setajam itu ya."
"Menurut Anda ini gara-gara siapaaaa?! Coba pikirkan perasaanku yang dipaksa melihat kalian mesra-mesraan di depan mata! Otakku hancur...!"
"...Mau ikut gabung?"
"Aku sih tidak keberatan."
"Kalian berdua moralnya rusak total ya?!"
• Wkwk ngakak.
• Itu jeritan dari jiwa banget wkwkwk.
• Ini mah udah direbut orang.
• Tapi harem ternyata nggak masalah ya wkwk.
• Semua affection 100%, manajemen kebencian sempurna.
• Jarang lihat dia ngegas sambil muka datar wkwk.
Ya, maaf deh.
Jujur aku juga nggak nyangka Classy-chan bakal semanja ini. Meski begitu, kurasa ini cuma akting.
Dari awal Classy-chan memang bukan tipe tsundere. Dia memang sedang manja, tapi ini agak berlebihan.
...Ngomong-ngomong, bisa berhenti mengelus-elus pahaku dari tadi?
"Hmph, cuma bercanda kok."
Classy-chan berkata begitu lalu menjauh dariku.
"Memang benar aku sudah ditaklukkan Hanayori-san. Tapi aku bukan perempuan murahan yang langsung lengket begitu saja."
"Jadi memang sudah ditaklukkan ya..."
"Generasi kedua, berhasil kutangkap!"
"Becandaan yang nggak lucu sama sekali...!!"
"Tidak bisa kubantah sih."
• Yang ketiga juga tumbang ya...
• Tinggal tiga orang lagi.
• Kalau nanti ada junior masuk gimana coba wkwk.
• Ditaklukkan juga lah wkwk.
• Ya iyalah wkwk.
• Soalnya emang beneran ditangkap semua.
Bukan perempuan murahan...?
Lalu apa maksud teknik ala hostes yang tadi mengelus pahaku? Tapi lebih baik tidak usah dibahas. Tidak semua hal yang kita tahu itu membawa kebahagiaan.
"Komentarnya banyak yang tanya, kalau nanti ada junior gimana...? A-apakah bakal ditaklukkan juga...?"
"Tentu saja. Kalau masuk kandang sampah ini, semuanya setara jadi targetku."
Aku tersenyum licik penuh percaya diri.
Semakin banyak yang kutaklukkan, semakin naik juga experience point-ku. Dan level up-ku tak punya batas.
Bukan berarti aku tidak punya ambisi membuat harem penuh cinta dengan menaklukkan semuanya. Keinginan itu tak ada bandingannya. Selama diarahkan dengan benar, ambisi tinggi itu sangat berguna.
"Selanjutnya mungkin aku incar generasi pertama. Soalnya ada satu orang yang kukenal."
"Oh? Begitu ya?"
"Yup. Mungkin dia nggak sadar sih. Jadi aku ingin memanfaatkan keunggulan itu."
"Hanayori-san itu menyeramkan ya... soalnya selalu menyusun strategi dulu sebelum bergerak..."
"Padahal Tsuna-chan jatuh tanpa strategi apa pun lho!"
"Hiuu, padahal aku bilang aku nggak segampang itu, tapi kenyataannya malah jatuh dalam hitungan detik... tolong jangan bahas itu dong...!"
"Kurasa aku tidak mengatakan sesuatu yang sampai membuatmu serendah itu."
Bertindak tanpa rencana itu pekerjaan orang bodoh.
Ibarat ikut ujian tanpa belajar... walau memang banyak juga yang begitu sih. Ya, semacam ikut ujian masuk tanpa persiapan.
Walau tak pernah kukatakan langsung, aku juga sudah meneliti Tsuna-chan habis-habisan dan mengerahkan cukup banyak usaha.
• Kenalan generasi pertama... siapa ya?
• Akhirnya kolab dengan generasi pertama dibuka juga...!
• Korban pertama siapa nih wkwk.
• Ada satu cewek benteng baja, bakal susah tuh.
• "Jatuh dalam hitungan detik" ngakak banget.
• Self roast-nya menyedihkan wkwk.
"Tsuna-chan itu tipe adik perempuan ceroboh yang kusukai lho."
"A-adik...?"
"Oh? Kalau aku?"
"Kakak yang nggak bisa diandalkan?"
"...Memang tidak bisa diandalkan."
• Wkwk.
• Sedihnya dia nggak bisa menyangkal.
• Sesuai interpretasi banget.
• Cerobohnya nggak dibantah ya wkwk.
Memang begitu kok...
Kalau begitu berarti aku jadi anak tengah ya. Zenchi-san juga cocok jadi adik.
"Sudah, sudah. Kita nyanyi saja yuk? Mumpung ini siaran karaoke."
"Benar juga..."
"Aku dibanding kalian berdua jelas lebih jelek nyanyinyaaa...!"
"Santai aja. Nanti kami ketawain kok."
"Itu sama sekali nggak bikin tenang!!"
"Tidak usah dipikirkan, bernyanyilah dengan senang hati. Bagus atau jelek itu hal sepele."
"Classy-san...!"
"Walau sebagai streamer, ketahuan suara jelek di depan penonton memang tak terhindarkan sih."
"Classy-san...?"
"Lalu nanti dibahas di forum, dibilang fals dan kayak tai juga."
"Hanayori-saaaan!!"
"Apa sih dari tadi manggil-manggil kami? Suka banget ya?"
"B-bukan... ya nggak sepenuhnya salah sih, tapi cara ngomongnya keterlaluan bangettt!!"
Tsuna-chan berteriak. Aku tertawa. Classy-chan minum jus.
Hari-hari generasi kedua memang selalu seperti ini.
Termasuk generasi pertama yang belum kutemui, pekerjaan sebagai VTuber itu menyenangkan. Memang ada susahnya, tapi semua orang punya keunikan masing-masing.
Aku sudah bereinkarnasi dan melalui banyak kesulitan.
Aku juga sudah berusaha demi meraih masa depan yang cerah.
Dan hasilnya, aku yakin sekarang sedang berjalan di jalan yang benar sebagai seorang VTuber.
"Hehe... Tsuna-chan, Classy-chan. Aku suka kalian lho."
""Buhh?! E-eh, tunggu?!""
Keduanya langsung menyemburkan jus yang sedang mereka minum.
Mungkin karena terpukau melihat senyumku, mata mereka terus terpaku padaku.
Wajah mereka juga merah sekali... lucu ya.
Syukurlah sudah kutaklukkan.
• Teteh-teteh.
• Teteh-teteh.
• Teteh-teteh.
• Teteh-teteh.


Posting Komentar