Kata Pengantar
Halo semua yang sudah mengambil dan membaca buku ini, perkenalkan, saya addict.
Bagi yang sudah mengenal saya lewat “Narou” atau “Kakuyomu”, salam kenal kembali.
Terima kasih banyak sudah membeli karya ini.
Saya juga ingin berterima kasih kepada editor yang mendampingi saya, ilustrator Heirou-sensei, serta semua pihak yang telah terlibat dan membantu dalam proses terbitnya buku ini.
“Ketika Para Heroine Galgame yang Takdirnya Berakhir Tragis Membaca ‘Buku Harian’ ku, Mereka Mengetahui Rahasiaku” adalah karya yang benar-benar berhasil menampung semua hal yang ingin saya wujudkan.
Kalau saya ceritakan semua detailnya, mungkin bisa jadi satu buku penuh sendiri, jadi di sini saya hanya akan membagikan tiga hal penting.
Pertama, saya ingin membuat harem ending yang indah.
Saya pribadi tidak bisa menerima keberadaan heroine yang kalah.
Dalam cerita-cerita romcom, hampir selalu ada pemenang dan pecundang. Dan bagi pembaca, heroine yang kalah itu seperti sosok paling malang di dunia.
Tapi kalau dipaksa menjadi harem ending begitu saja, rasanya malah aneh juga...
Karena itulah saya ingin membuat sebuah harem romcom di mana semua orang bisa menerima, dan setiap heroine tetap menjadi heroine utama.
Menurut saya, Satsuki, Reine, Shuna, dan Shino semuanya punya kualitas heroine utama.
Mereka adalah karakter yang bahkan jika ditempatkan di cerita lain sekalipun, bisa berdiri sebagai tokoh utama.
Melihat Satoshi yang dicintai oleh mereka semua... terus terang, saya sangat iri.
Kedua, saya sebenarnya tidak mau menulis tentang ‘Buku Harian'.
Bagian ‘Buku Harian’ adalah inti dari cerita ini. Tapi jujur, saya sama sekali tidak mau menuliskannya waktu itu.
Saat serial ini masih tayang di web, kebetulan saya merilis bab ‘Buku Harian' tepat pada malam Natal.
Jujur saja, saya merasa arc itu tidak akan diterima. Saya bahkan takut kalau pembaca akan meninggalkan karya ini, sampai-sampai saya takut untuk tidur malam itu.
Tapi ketika editor menghubungi saya dan berkata, “Bagian ‘Buku Harian' bagus sekali,” saya benar-benar kaget.
Rasanya seperti mendapat wahyu dari Tuhan. Terima kasih banyak!
Lalu, tanpa diduga, ceritanya malah bergerak menuju ending dengan sendirinya.
Padahal saya berencana menuliskan kisah cinta masing-masing heroine lebih detail. Entah bagaimana, alurnya seperti “memutuskan sendiri” untuk berakhir.
Itu sungguh aneh, dan saya minta maaf karena menutupnya lebih cepat dari perkiraan.
Ketiga, ilustrasinya dikerjakan oleh Heirou-sensei.
Saat menulis cerita ini, saya sudah punya gambaran kasar tentang gaya ilustrasi yang cocok. Dan anehnya, itu persis seperti gaya Heirou-sensei.
Tentu saja, sebagai penulis pemula yang bahkan belum pernah menerbitkan satu buku pun, saya tidak punya hak untuk menentukan ilustrator. Jadi saya pasrah saja.
Tapi ternyata, dari daftar ilustrator yang ditawarkan editor, ada nama Heirou-sensei di dalamnya!
Itu benar-benar keberuntungan luar biasa.
Saya rasa saat itu saya adalah penulis light novel paling beruntung di dunia.
Waktu menerima desain karakter dan ilustrasi sampul, saya sampai menari-nari sendiri di kamar (tertawa).
Akhir kata, sekali lagi saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat.
Berkat kalian semua, buku ini bisa menjadi karya yang begitu indah.
Saya benar-benar bersyukur bisa melahirkan cerita ini.


Posting Komentar