Akhirnya. Akhirnya aku sampai juga. Jalannya panjang dan terjal.
Sudah enam belas tahun berlalu sejak aku jadi bayi usia nol tahun.
Aku berjuang keras—membujuk orang tua yang baik hati sambil menjilat, rajin ikut les dan belajar. Di SD dan SMP, aku hanya berpura-pura jadi murid teladan dan tersenyum anggun.
Aku mengasah kemampuan dan langsung lolos saat melamar ke agensi VTuber tempat oshi-ku berada.
Air mata mengalir dari seluruh tubuhku saking bahagianya sampai aku berteriak histeris—dan orang tuaku langsung membawaku ke rumah sakit. Hei, aku masih waras!
Bagaimanapun juga, aku sudah mencapai target pertamaku.
Setelah menyelesaikan urusan seperti peraturan dan avatar, akhirnya hari ini adalah hari debut impianku.
“Deg-degan banget… Aduh, kebawa gaya bicara hidup sebelumnya. Nggak boleh, nggak boleh.”
Aku memang mengidentifikasi diri sebagai pria, tapi cara bicara dan gerak-gerikku sudah kebawa seperti perempuan.
Meskipun bukan hal buruk dalam hidup sosial, sebagai mantan pria, rasanya agak campur aduk.
Kadang seperti tadi, gaya bicara lamaku suka keluar tanpa sengaja.
Sambil menegur diri sendiri, aku mengecek perlengkapan dan menatap layar waiting screen siaran.
“Gila… sudah ada dua puluh ribu penonton yang nunggu… Emang beda ya kalau debut di agensi.”
Lima menit sebelum siaran dimulai, sudah dua puluh ribu orang yang menunggu.
Aku masih belum bisa membayangkan jumlah segitu, jadi rasanya agak tidak nyata.
Kalau penontonnya sebanyak ini, ya wajar lah kalau gugup.
Tapi! Gagal itu bukan pilihan!
Ubah rasa gugup ini jadi kesenangan dan tunjukkan siapa dirimu pada seluruh dunia!
Aku yang sekarang bukan lagi Yumemi Renge dalam tubuh manusia—
Aku adalah… Hanayori Kohaku.
Aku menampilkan avatarku di layar.
Muncullah seorang gadis dengan rambut kuncir kembar berwarna merah muda yang panjang hingga pinggang, tersenyum manis dan terlihat ramah. Saat ia tersenyum malu-malu, terlihat gigi taring kecil yang menggemaskan.
Dan tentu saja, boing! Payudaranya yang besar mencuri perhatian.
Dari manapun kau lihat, ini adalah paket lengkap impian semua pria.
Pakaian yang ia kenakan adalah gaun merah muda ala gadis penyihir.
Roknya sepanjang lutut, dan di punggungnya ada dua pasang sayap putih yang mengepak.
・Wah, imut banget
・Ini… berbahaya banget… gulp
・Baru mulai udah ada yang mesum, wkwk
・Kayaknya tipe karakter polos atau kouhai nih
Sambil melirik komentar yang mengalir, aku pun melangkah ke dunia VTuber.
“Halo semuanya! Aku dari agensi Koidame, generasi kedua! Membawakan sihir yang berkilau untuk kalian semua! Aku adalah Virtual MeeTuber, Hanayori Kohaku~!”
Setting avatar-ku tentu saja adalah gadis penyihir.
Katanya sih, dia menjaga kedamaian dunia sambil tetap siaran.
Selama aku mematuhi latar belakang dasarnya, aku bebas melakukan apapun. Itulah ciri khas Koidame.
Siap-siap buat aku beraksi gila-gilaan!
・Aww, imutnya~
・Nggak kayak anak Koidame biasanya nih, auranya suci banget
・Eh? Dia sendiri bilang dia dari Koidame?
・Serius tuh, wkwk
・Kayaknya ini pertama kalinya ada yang ngomong blak-blakan gini
・Gila, ngakak
・Cewek ini santai banget nyebut agensinya sendiri sebagai 'Koidame'
“Gadis penyihir nggak bisa bohong, tahu~. Nggak ada salahnya kan nyebut Koidame sebagai Koidame? Itu cuma julukan sayang, kan?”
・Itu sih 80% ejekan, wkwk
・Jujur juga ya
・Setting 'nggak bisa bohong' itu keren juga
・Baru mulai udah kelihatan ciri khas Koidame
Aku pribadi suka julukan ‘Koidame’. Terasa kayak panggilan penuh kasih sayang gitu.
Katanya sih aku yang pertama kali ngomongin itu terang-terangan, tapi manajerku juga bilang nggak apa-apa. Mungkin.
Baru beberapa menit ngomong, tapi aku tidak terlalu gugup.
Mungkin aku tipe yang kuat di saat tampil. Suara manis yang kuatur sesuai karakter ini juga terasa pas. Latihan vokal memang mantap!
“Yah, pokoknya… senang bisa ketemu kalian! Katanya aku VTuber generasi kedua yang pertama kali siaran, jadi bebannya lumayan gede ya.”
・Katanya sih emang begitu
・Yang lain besok sama lusa ya
・Berarti yang paling normalan ditaruh awal
・Bisa jadi sih
“Karena ini siaran perdanaku, aku mau kasih kalian sihir yang berkilau. Aku kasih satu rahasia nih.”
Aku turunkan suara biar terdengar keren. Gaya ikemen gitu ceritanya.
・Eh?
・Suaranya beda?
・Apa itu 'sihir yang berkilau'?
・Dia ganti suara?
Komentar mulai gaduh.
Wajar, karena aku ubah suasananya drastis.
“Mau tahu cara bisa mesra-mesraan sama VTuber favorit?”
Saat bilang “mau tahu”, aku kembali ke suara asliku.
Dengan nada menggoda, seolah iseng.
・Mau!
・Yah, kalau dipaksa sih...
・Kalau beneran ada caranya, gua pengen tahu!
・Kok nada kalian kayak mau berantem sih
・Eh, maksudnya bisa deketin oshi dari agensi lain!?
・Wah, pengkhianatan nih
“Jujur banget sih kalian~! Nurutin nafsu ya? Hmm, baiklah, aku kasih tahu. Buat kalian yang nggak bisa nahan birahi, aku beri pencerahan!”
・Karakter ini bener-bener liar
・Bohong tuh! Karakter polos nggak ngomong soal nafsu!
・(Dia nggak bilang dia polos, loh)
・Ayo dong, cepetan kasih tahu!
Aku langsung pasang ekspresi datar dan berkata:
“Para pria. Yuk, TS. Jadi cewek aja. Abis itu tinggal usaha tingkatin kemampuan komunikasi.”
・HAH!?
・Mana bisa!
・Akhirnya dilempar gitu aja, wkwk
・Jangan sok ngomong kayak gampang aja gitu!
“Bisa kok~! Pakai niat dong. Kalian kan cuma bisa gerak karena dorongan nafsu, jadi ayo salurkan libido itu ke usaha! Dasar cupu~♡”
Dan sekarang aku nyatakan:
—Aku akan jadi karakter mesugaki dan merebut tahta tertinggi.
・Apa-apaan sih cewek kecil cabul ini…
・Pantesan anak Koidame, wkwk
・Bikin kesel tapi suaranya terlalu imut
・Jangan nyalain insting M kami dong!
“Oh iya, aku juga mau umumin target pribadiku.”
・Masih ada lagi?
・Kok feeling gua nggak enak ya…
“Targetku adalah—menaklukkan semua member Koidame♡”
・Itu sih 'menjerumuskan', bukan 'mendekati', wkwk
・Gila lu
・Mesugaki penyihir yuri gila… ini karakter beneran parah
・Terlalu kuat auranya!
“Kalian cukup gigit jari sambil lihat kami tebar keimutan dan pingsan karena mimisan, ya. …Yah intinya, aku bakal sering kolaborasi~”
・Beneran mau bikin harem ya
・Mungkin akhirnya kita bisa lihat keimutan di Koidame
・Mana bisa nge-handle orang-orang aneh itu
・Kayaknya sih susah banget
Komentar kebanyakan ketawa-tawa, tapi banyak juga yang nggak yakin itu bisa dicapai.
Lagipula, pernyataan kayak tadi tuh mestinya bikin masalah, tapi fans Koidame punya ketahanan tinggi terhadap keanehan.
Mereka udah haus banget sama 'teetee', jadi bukan cuma nggak marah, malah makin semangat.
Mereka beda kelas.
Ngomong-ngomong, pernyataanku tadi… sebenarnya cukup serius.
Meskipun bilang “menaklukkan” semua member, itu jelas bukan hal mudah. Kemungkinan besar aku hanya bisa menciptakan suasana akrab yang manis bersama mereka kalau mereka bersedia kerja sama.
Tapi kalau aku sudah memutuskan untuk melakukannya, tentu akan kulakukan dengan sungguh-sungguh. Meski begitu, mereka semua pasti punya pertahanan yang kuat, ya.
“Target pertamaku adalah Zenchi-chan! Aku sudah dapat izin untuk kolaborasi, jadi sampai jumpa lagi empat hari lagi ya!”
・Langsung mulai dari mode Lunatic, wkwk
・Sengaja pilih yang paling sulit, ya
・Jangan coba-coba deh sama Zenchi wkwk
・Gorila cool itu nggak bakal tsundere…
“Aku tahu itu susah, tapi menyerah itu bukan pilihan. —Aku nggak main-main di sini.”
Jurus spesial: suara nada serius.
Karena aku sudah melatih suara sampai cukup jauh, sekarang aku bisa mengeluarkan suara dengan berbagai karakter.
Mau itu nenek-nenek parau, loli energik, atau wanita dewasa yang menggoda—semuanya bisa.
Ya. Aku bisa memainkan karakter apapun.
Dan dari semua kemungkinan itu, aku akhirnya memilih karakter mesugaki.
Kenapa?
Karena dengan karakter ini, sekalipun aku melakukan sesuatu yang kontroversial, itu hanya akan dianggap “anak kecil yang nakal.”
Mesugaki adalah gabungan dari kenakalan dan kepolosan.
Penuh rasa ingin tahu, sok tahu, dan suka memancing reaksi orang lain.
Sebagai streamer, tipe seperti ini cukup populer, dan secara keseluruhan pas buat aku.
・Hiii
・Merinding
・Keren banget
・Kok jadi keren gini sih wkwk
・Padahal dia ucapin santai, tapi perubahan kualitas suaranya gila
・Dari segi konsep sih ini menarik juga
・Gue pribadi pengen lihat interaksi sama Zenchi
“Yah, begitulah. Aku bakal berusaha sebaik mungkin~! Jadi tolong dukung aku juga ya!”
Debut stream-nya dibuat pendek.
Itu memang kebijakan dari kantor.
Singkat, padat, dan harus bisa memperkenalkan karakter serta tujuan si streamer agar penonton tertarik.
Meskipun agensinya lepas tangan dalam banyak hal, anehnya mereka jago banget dalam ngasih arahan supaya talent-nya bisa berkembang.
“Kalau begitu, sampai jumpa lagi ya!”
Dan begitu stream berakhir, aku pun meninggalkan peran Hanayori Kohaku dan kembali menjadi Yumemi Renge.
Aku melepas headset dan menghela napas lega.
“Capek banget… Meski nggak sepenuhnya akting, tapi tetap saja melelahkan.”
Sebagai mantan pria, suara manja yang penuh rayuan itu sangat menyakitkan batin. Tapi karena aku sudah punya tekad untuk mengorbankan segalanya demi impian ini, hal selevel itu masih gampang buat kutanggung.
“Yah, ngomong-ngomong soal Zenchi-san…”
Aku membayangkan sosok salah satu senior dari agensiku—seorang VTuber super populer.
Dia adalah Zenchi dari generasi 0 Koidame.
Dengan rambut putih, ekspresi malas, mata merah, dan headphone model telinga kucing di kepala, dia tampil sebagai gadis cantik sempurna. Tapi di balik penampilannya, gaya streaming-nya benar-benar unik dan kadang terlalu ekstrem, sampai bisa bikin VTuber lain pun kaget. Meski begitu, dia berhasil meraih dua juta subscriber.
Generasi 0 sendiri adalah mereka yang dipilih langsung oleh wakil presiden agensi saat pertama kali didirikan.
Jadi bisa dibilang mereka adalah para "yang terpilih".
Meski begitu, baik dia sendiri maupun kantor tidak pernah memperlakukan mereka secara istimewa. Katanya sih, dia hanya debut lebih dulu dari yang lain.
Aku rasa itu bentuk keadilan juga, ya.
Tapi yang jadi masalah, gaya siaran Zenchi-san itu bukan tipe yang bisa dengan mudah ditiru.
…Meski sebenarnya, kalau hanya “coba meniru” sih bisa saja. Karena secara teknis aku bisa lakukan kapan saja.
Tapi… aku tidak berniat menirunya.
Soalnya… resikonya terlalu besar.
“Haha~ Siaran kehidupan sehari-hari itu gila banget sih. Dia masih tetap sama ya.”
Zenchi-san belum pernah mematikan streaming-nya sekalipun.
Secara teknis, MeeTube hanya mengizinkan streaming selama 24 jam, tapi setiap kali sudah habis waktunya, dia langsung mulai sesi baru.
“Aku akan mengubah semuanya menjadi hiburan.”
Itulah kalimat pembuka dari debut stream-nya dulu.
Dan dia benar-benar melakukannya.
“Padahal risikonya tinggi banget buat ketahuan identitas… Rumahnya aja sudah bocor alamatnya.”
Tapi karena dia super kaya, kalaupun ada orang aneh datang, bakal langsung ditangkap sama bodyguard-nya.
Tinggal di apartemen mewah itu bukan omong kosong.
Kepribadiannya: cool.
Kekuatan fisiknya: terkuat di kantor.
Kehidupannya: hikikomori legendaris.
Itulah generasi 0, Zenchi. Kayak karakter utama, ya?
Nama “Zenchi” berarti kebijaksanaan sempurna. Tapi karena dia lebih pasif, dia ingin orang mengenal dirinya secara utuh.
Ya intinya… dia tuh agak mesum juga, sih.
“Aku juga udah habiskan 90% hidupku buat VTuber, jadi aku juga udah jadi orang mesum kelas berat. Tapi aku bangga, kok.”
Dan sekarang… aku yang akan berkolaborasi dengan sesama orang mesum sepertinya.
Kabarnya, aku akan datang langsung ke rumah Zenchi-san buat off-collab.
Gila, dia lincah banget ya… padahal kepribadiannya tuh tipe yang anti banget sama interaksi sosial.
Jujur, aku agak bingung antara senang bisa ketemu idola dan merasa dia itu sosok dari dunia yang berbeda.
Tapi bagiku, siapapun orangnya di balik layar, itu tidak masalah.
Karena aku hanya melihat avatar-nya!
…Terdengar seperti omongan fans gila, ya? Tapi serius, aku maksudnya karakter, bukan orang di baliknya.
Yah, pastinya saat pertama kali ketemu, Zenchi-san akan matiin mikrofonnya.
Kita harus briefing dan saling menyapa dulu secara normal.
Hubungan dekat pun harus tetap jaga sopan santun—apalagi kalau sebenarnya belum akrab.
Sambil mengomentari diriku sendiri, aku pun menantikan hari pertemuan kami.
***
Akhirnya, hari di mana aku akan bertemu Zenchika-san pun tiba.
Kami sudah beberapa kali saling sapa lewat pesan sebelumnya, tapi tetap saja, bagiku dia masih sosok idola yang sangat aku kagumi.
Seekor anjing gila yang kesepian dan tak pernah menggoyangkan ekornya pada siapa pun…!
Namun di saat yang sama, dia juga punya semangat penuh kasih, menghargai para penontonnya.
Keberanian dan tekad untuk membuka semuanya tanpa menutup-nutupi apa pun.
“Dia keren banget, ya…”
Dan sekarang, aku akan melakukan off-collab dengan orang seperti itu.
Off, loh. Off. Aku akan bertemu langsung dengan oshiku. Ini surga.
Karena dulunya aku laki-laki, ada sedikit sisi dalam diriku yang membuat logika dan tindakan terasa terlalu nyambung secara instan… Tapi ya sudahlah.
“Ini kerjaan, jadi all or nothing! Pokoknya totalitas!”
Secara garis besar, tujuan utamanya adalah “menaklukkan Zenchika-san”, tapi itu cuma buat konsumsi publik.
Sebenarnya, kami hanya sepakat untuk melakukan kolaborasi bersama.
Dan menurutku itu pun sudah luar biasa.
Faktanya, dia sudah mau bertemu saja menunjukkan betapa lapangnya hati dia.
Dengan jantung yang terus berdetak kencang, aku melangkah mengikuti catatan alamat yang aku simpan.
Untungnya… atau mungkin sayangnya… aku adalah gadis cantik yang diakui oleh diriku sendiri dan orang lain.
Mungkin ini adalah bonus dari reinkarnasi, tapi aku memang sangat peduli dengan penampilan dan telah berusaha keras mempercantik diri.
Rambut hitam legam sepanjang bahu, dipotong rapi dan berkilau.
Mata besar berbinar dengan bulu mata yang lentik dan indah.
Pipi merona lembut, dan senyum di bibirku selalu tertata manis.
Bentuk tubuh? Sempurna.
Pinggang ramping, proporsi tubuh seimbang dan terlatih dengan baik.
Dan tentu saja… dada yang bam-bam.
Apa-apaan sih makhluk hidup sempurna ini.
Kadang aku sampai muak sama kecantikanku sendiri…
Karena terlalu menarik perhatian, aku selalu berusaha tampil tidak mencolok saat keluar rumah.
Seperti sekarang, dengan masker, kacamata hitam, dan mantel panjang… total tampilan mencurigakan.
Tentu akan aku lepas nanti pas sampai. Bisa-bisa dikira orang aneh.
“...Oke, ini dia tempatnya. …Eh, gede banget. Ini mah bukan apartemen, tapi gedung. Aku udah siap-siap mental, tapi ini tetap jauh di luar ekspektasi.
Kayak yang sering muncul di acara TV…”
Sambil terpana melihat menara apartemen super mewah itu, aku—yang sebenarnya orang biasa—melangkah masuk dengan tubuh sedikit gemetar.
***
“Hari ini, katanya ada anak generasi dua yang mau ‘menaklukkan’ aku. Namanya… Hanayori atau siapa gitu.”
・Kenapa malah kedengarannya ambigu wkwk
・Tolong ingat nama kouhai-mu dong
・Oh, yang aneh itu ya
・Dari semua anak gen 2, dia yang paling gila soal impiannya
・Menaklukkan Zenchi katanya wkwkwk
Ruangan itu benar-benar gelap.
Satu-satunya cahaya hanya berasal dari layar komputer.
Tirai anti cahaya tertutup rapat. Cahaya redup dari layar memantul ke tubuh si wanita… dan tumpukan sampah di sekitarnya.
Gadis cantik berambut putih panjang itu adalah seorang VTuber bernama Zenchi.
Salah satu top VTuber yang terkenal karena siaran gaya hidupnya yang absurd: streaming kehidupan pribadi secara nonstop.
“Jadi… hari ini aku bakal bikin prank dengan menyambut dia tanpa mute.”
・Ah, yang biasa itu ya wkwkwk
・Yang bikin tamu langsung syok karena lihat sisi aslinya
・Biasanya yang datang langsung kabur karena ruangannya kayak tempat pembuangan
“Bukan pembuangan. Cuma belum dibuang aja.”
・Kalau itu bukan tempat pembuangan, terus apa dong wkwk
・#BersihinKamarZenchi
・#PlsCleanZenchi
・Nggak takut ketahuan identitas loh?
“Aku udah janjian, begitu dia masuk rumah kami bakal panggil nama V-nya.”
Zenchi memang sudah berjanji akan melakukan kolaborasi offline dengan Hanayori Kohaku, si kouhai.
Tentu saja, si kouhai belum tahu kondisi ruangan atau prank yang direncanakan ini.
Meski Zenchi terkenal dengan gaya hidup “semua transparan”, dia tetap cukup perhatian untuk membuat perjanjian sebelumnya: tidak memanggil nama asli dan tidak membicarakan info pribadi.
Meskipun hidupnya diumbar ke publik, setidaknya dia masih mempertimbangkan kenyamanan lawan bicara.
・Penasaran sama sisi asli si mesugaki
・Jangan-jangan dia cuma begitu pas streaming
・Dia jago ganti suara, jadi mungkin itu akting
・Keliatannya sih agak nyebelin juga ya wkwk
・Setuju
・Pasti ngeremehin senior deh
“Kalau dia ngeremehin, bakal aku hajar. Tenang aja.”
・Ngomongnya datar banget tapi ngeri
・Kalau orang jago ngomong gitu, itu udah bukan candaan, tapi ancaman
・Bahaya…! Jangan biarkan dia keluar dari sarangnya!
・Ah, si introvert legendaris
・Wkwkwk
Zenchi mengabaikan komentar aneh dari para penontonnya, lalu melirik ke arah jam di layar komputer.
Pukul 13:40. Masih ada sekitar dua puluh menit sebelum waktu yang dijanjikan.
“......”
Zenchi adalah VTuber yang menyendiri.
Dia tak pernah bergabung dengan siapa pun dan terus menjalankan siaran ekstremnya secara semi-permanen.
(...Kira-kira dia bakal kabur dari depan pintu juga kayak yang lain, nggak ya...)
Tapi sebenarnya, Zenchi tidak benar-benar ingin terus menyendiri.
Kesepian itu menyakitkan.
Bahkan untuk seseorang sepertinya, ditolak oleh junior tetap terasa menyakitkan.
FYI, alasan utama ditolaknya (sekitar 70%) adalah... karena kamarnya seperti tempat sampah. Bersihkan kamar, Zenchi.
“Sebentar lagi…”
・Wah, udah lama juga Zenchi nggak off-collab ya. Jadi nggak sabar
・Pertanyaannya, kali ini si tamu bisa masuk kamar nggak
・Yaa… kayaknya sih gagal lagi wkwk
***
Saat bel pintu berbunyi nyaring "jiririri", pesan segera masuk: "Masuk saja langsung."
Menyeramkan. Campuran antara gugup dan euforia membuatku hampir muntah.
Hei, ini aku akan ketemu oshiku!? Mana mungkin aku nggak gugup!?
"Eeei, Ayo pasti bisa!"
Aku membuka pintu besar dan berat itu, lalu melangkah masuk ke rumah oshiku.
Dan yang menyambutku adalah――
"...Oh"
――tumpukan kantong sampah.
Besar dan kecil, bermacam-macam jenis sampah tampak jelas menumpuk di seluruh penjuru.
Syukurlah, meski tidak bisa dibilang zero, jumlah sampah makanan yang membusuk lumayan sedikit.
Tapi di bagian dalam, aku melihat tumpukan sampah yang bahkan tidak dibungkus kantong plastik.
Rumah Zenchi-san, idola yang sangat aku kagumi, ternyata adalah rumah… tumpukan sampah.
Bukan berarti aku nggak tahu dari dulu, aku memang sudah dengar kalau rumahnya berantakan. Tapi aku tak menyangka akan separah ini.
Kamu tahu kan VTuber yang suka nyebutin kamarnya berantakan? Tapi mereka tuh masih bisa hidup secara manusiawi.
Tapi kamar Zenchi-san ini… Menyebutnya kamar saja rasanya menghina kata kamar.
Bahkan aku pun sampai terdiam melihat pemandangan itu.
"...Suuuu"
Aku menarik napas panjang sambil terbelalak.
Setelah tenang, tekadku menguat. Sebelum bicara soal senioritas, oshi, atau rasa hormat――!!
"Zenchi-saaaaan!!!"
Aku menerjang masuk ke ruangan yang sepertinya ruang tamu, sambil menginjak-injak kantong sampah.
Gelap.
Seseorang duduk di depan PC――ah, cantik banget…… bukan, bukan itu!
"...Apa?"
Seorang wanita berambut putih panjang.
Kecantikannya sebanding denganku, yang juga dapat bonus reinkarnasi (?).
Tingginya agak pendek dan dadanya mungil, tapi ada aura dewasa yang menggoda.
Dengan kaos putih lusuh tanpa motif dan hotpants, Zenchi-san tampak… dalam satu kata: sugoi.
…Eh? Wajah dan tubuhnya hampir sama persis kayak avatarnya!?
Ini dunia nyata, loh. Seharusnya pasti ada perbedaan antara 2D dan 3D.
Tapi Zenchi-san… persis kayak yang di layar.
Ternyata, memang ada ya fenomena "waifu keluar dari layar".
Tapi sekarang bukan saatnya mikirin itu.
"Senang bertemu langsung. Saya Hanayori Kohaku, dari generasi kedua. Bisa bertemu dengan Zenchi-san yang saya kagumi adalah kehormatan besar… TAPI IZINKAN SAYA UNTUK BEBERSIH!!!"
"...?"
Zenchi-san menatapku dengan pandangan "Apa sih yang kamu omongin?".
Dulu katanya dia punya housekeeper di kehidupan sebelumnya, tapi sepertinya sekarang tidak.
Entah ini dampak keberadaanku di dunia ini atau bukan, yang jelas aku nggak bisa tenang di lingkungan kayak gini.
"Ada benda yang tidak boleh saya buang!?"
"Kayaknya… nggak ada"
"Oke! Kalau saya ragu, nanti saya tanya lagi. Sekarang saya keluar sebentar buat beli alat kebersihan!"
"Ka-kalau soal alat bersih-bersih, ada kok… di lemari belakang, walau nggak kepakai"
"Mengerti!"
Entah karena dia bingung atau pasrah, Zenchi-san menjawab dengan gugup.
Aku, yang lumayan perfeksionis soal kebersihan, kini berada di mode tak terbendung.
Aku langsung menuju lemari yang dimaksud, mengambil alat kebersihan.
Ada banyak kantong sampah juga. Wah, semangat nih!
"Soooji~♪"
Aku sebenarnya suka bersih-bersih.
Melihat tempat yang perlahan-lahan jadi bersih itu menyenangkan.
Rasanya seperti melahirkan kembali diriku yang baru.
"Aku… bantu juga…?"
Zenchika-san, yang akhirnya bisa bergerak dari posisi kaku, berdiri sambil sempoyongan dan bertanya padaku.
"Terima kasih atas niatnya! Tapi kelihatannya Zenchi-san belum stabil berdirinya. Pasti dari tadi duduk terus, ya? Kalau sampai tersandung tumpukan sampah, itu bahaya. Jadi biar aku saja yang bersihkan!"
Dengan pose hormat penuh semangat, aku bicara tegas.
Zenchi-san menjawab dengan, "O-oke…" lalu duduk bersila kembali di lantai.
Biasanya dia bicara dengan nada tegas, tapi sekarang terdengar seperti anak kecil.
Tapi sekarang bukan waktu untuk mempermasalahkan itu. Fokus pada bersih-bersih!
Kalimatku mungkin agak acak sekarang, tapi tolong maklumi.
Bertemu dengan idola, lalu malah bersih-bersih? Siapa yang bisa tetap waras dalam kondisi begini?
Dan kemudian――
"Ini boleh saya buang!?"
"I-iya"
"Kalau yang ini!?"
"Iya"
"Kalau ini――"
Begitulah percakapan loop kami selama beberapa jam.
"Sudah bersih, ya! Luas banget jadinya!"
"Ini rumahku…?"
Ini beneran kayak acara Sebelum dan Sesudah.
Bahkan aku, yang bersihin sendiri pun terkejut.
Zenchi-san memandang sekeliling dengan mata terbelalak dan bingung.
Sambil menyeka keringat dan menarik napas lega, aku tiba-tiba menyadari sesuatu dan wajahku langsung pucat.
"Z-Zenchi-san. Aku baru sadar sesuatu"
"…A-apa?"
Entah kenapa, dia malah yang kelihatan panik.
Dengan rambut putihnya yang halus, dia menoleh ke arah lain, seperti anak kecil yang ketahuan nakal.
"Ini… Nggak apa-apa aku bersih-bersih? Jangan-jangan, semua sampah itu bagian dari suatu rencana besar…?"
"Kamu sadar itu…?"
"Iya. Maaf, tadi aku keburu semangat…"
Kan kadang ada tuh orang yang sengaja numpuk sampah untuk tujuan tertentu, seperti yang pernah kutonton di acara TV larut malam.
Bagaimana kalau Zenchi-san sebenarnya terlalu lemah untuk menolak, dan akhirnya terpaksa membiarkan aku bersih-bersih?
Wajahku semakin pucat.
"Nggak, aku malah bersyukur. Aku bahkan nggak tahu rumahku seluas ini"
Suara datar seperti biasa. Tanpa emosi.
Tapi… entah kenapa, kali ini aku merasa benar-benar tulus.
Kalau diperhatikan, senyuman tipis pun sempat muncul.
Aku terduduk lemas karena lega.
"Syukurlah~… Oh iya, perkenalkan lagi, aku Hanayori Kohaku. Aku selalu nonton semua siaranmu, Zenchi-san!"
"……Iya, makasih"
――Eh!? Dia… senyum lagi!?
Zenchi-san yang dikenal tak pernah tersenyum!?
Mungkin dia memang orang yang cukup ramah kalau off-collab, ya.
Gak nyangka.
Ternyata apa yang kita lihat di layar gak bisa dijadikan patokan mutlak.
Sambil memikirkan itu, aku tiba-tiba sadar:
"Eh, waktu kita cukup banyak terpakai buat bersih-bersih, ya. Tadi selama itu… kamu mute stream-nya, kan? Aman, kan?"
Zenchi-san membeku.
Beberapa detik kemudian, aku yang membeku gantian.
"……Maaf. Sebenarnya dari tadi live, dan nggak di-mute"
"……Suuuuuuuuuu……"
Oke, tenang, tenang. Ambil napas dalam-dalam.
Jangan panik. Jangan menyerah.
Kalau kamu berhenti berpikir, kamu akan kalah.
Aku mendekati komputer sambil goyah.
・Ooh, dia sadar akhirnya wkwkwk
・[Breaking News] Karakter mesugaki palsu terbongkar hanya dalam beberapa hari
・Siapa nih orang suci yang rela bersihin kamar Zenchi berjam-jam?
・Eh, eh, eh~
・LOL
"――Selesai sudah…… Segalanya sudah berakhir……nnggh!"
"Maaf, ya"
・Minta maaf dong, Zenchi
・Zenchi yang salah
・‘Maaf’ doang nggak cukup wkwk
・Eh, bukannya Zenchi malah udah jatuh hati?
・Itu dia
・Wajar sih, siapa juga yang gak luluh kalau ada junior yang bersih-bersih dengan tulus sambil tetap hormat ke senior
・Udah lah, luluh aja sekalian
――Belum…! Ini belum berakhir!
Masih bisa diselamatkan…!
Ayo, jangan nyerah, aku!
"Hahaha, ketipu deh, dasar para otaku ♡ Itu semua akting, tahu? Namanya juga strategi branding. Eh? Kamu beneran percaya kalau aku itu manis, perhatian, dan hormat sama senior…?"
・Suaramu gemeteran
・Kelihatan matamu berkaca-kaca
・Gak bisa nutupin sama sekali wkwk
・Malah makin ketahuan bohongnya
・Basi banget sih acting-nya wkwkwk
"Chigujou."
"Maaf, ya……"
Saat aku menangis penuh penyesalan, suara Zenchi-san yang terdengar cukup serius menyesalinya pun merespons.
Yah, ini murni kesalahanku karena tidak memperhitungkan situasi seperti ini.
• Sialan, jangan main-main.
• Aku bakal nangis nih.
• Ah, ternyata aku udah nangis.
• ……Gimana ini, serius deh.
***
“...Dan, begitulah ceritanya, si Kohaku dari generasi kedua datang ke rumahku.”
“Untuk bisa sampai ke kalimat itu, kamu memaksakan banget, ya!!”
• Wkwk
• Ketahuan banget
• Ketahuan mau dianggap nggak pernah terjadi wkwk
• Yang pengin ngelupain malah si Kohaku-nya sendiri wkwk
• Bener tuh wkwk
Ya, memang begitu!
Tapi aku udah nggak bisa apa-apa! Udah nggak bisa mundur lagi!
Saat aku membalas keras, Zenchi-san langsung tampak jelas murung.
“Aku juga... nggak nyangka bakal jadi begini...”
“Ugh, aku juga sih nggak minta kamu mute dari awal, dan jujur, karena kamu sering ngasih kejutan pas live, aku juga salah karena nggak nyangkain yang ini.”
“Aku sebenarnya mau ngehentikan tadi, tapi kamu keburu bersihinnya cepat banget, jadi aku nggak sempat.”
“Itu karena rumahmu yang jadi tempat sampah!”
“Tekananmu kuat banget.”
• Ya memang begitu
• Bahkan kalau lihat urutan kejadiannya, semuanya salah Zenchi
• Ini bocah kayaknya passion-nya bersih-bersih
• Zenchi minta maaf terus tuh langka banget wkwk
• Anak baik~
“Hei hei, para otaku perjaka yang bilang aku ini anak baik, mending diem deh.”
• Kalau dipikir-pikir udah kayak tsundere
• Sekarang malah udah nggak marah-marah lagi
• Ini arahnya mau kemana sih wkwkwk
Aku juga nggak tahu.
Si mesugaki ini sekarang udah jadi mesugaki dalam tanda kutip.
Dan sekarang, berinteraksi mesra dengan para senior sebagai mesugaki seperti rencana awal pun udah mustahil.
Strategiku gagal total!
...Untuk sementara, aku bakal tetap pakai bahasa sopan ke para senior.
Tapi ke penonton, mode mesugaki tetap lanjut!
“Jadi, kita mau ngapain?”
“Dibilang begitu juga... aku pengin ‘ngebuat jatuh hati’, sih, tapi suasananya udah nggak pas.”
“Kamu beneran pengin jatuhin aku...? Kupikir cuma bagian dari karakter aja.”
“Ya jelas lah! Kalau itu cuma akting, nggak mungkin ekspresi wajahku bisa semeyakinkan tadi. Soalnya, Zenchi-san itu imut banget. Sekarang aja kamu duduk di sebelahku, aku masih deg-degan banget... Eh, eh~ para otaku, kalian lihat nggak? Aku nyentuh oshi kalian loh~ Iri, kan~?”
“Kamu ganti mode kayak gini tuh kelihatan banget profesionalnya.”
“Tolong diam sebentar, ya.”
Aku menghentikan Zenchi-san yang ngomong hal nggak penting dengan kasar.
Nggak ada pilihan lain, aku cuma bisa akting kayak gini!
• Kasarnya wkwk
• Ternyata beneran lesbian garis keras...!?
• Cuma bagian tergila dari Yume yang beneran wkwk
• Ya iyalah, masa CEO-nya nerima orang biasa masuk ke agensi wkwkwk
• ‘Diam sebentar’ dalam versi sok galak wkwk
• Ternyata cuma mesugaki ke viewer doang ya
Saat komentar-komentar itu bermunculan, Zenchi-san tiba-tiba menatapku lekat-lekat tanpa ekspresi.
Lalu dia perlahan mendekat, dan wajah cantiknya tiba-tiba berada tepat di depanku, bikin napasku otomatis keluar, “hup!”
“A-Ada apa!? Jangan deket-deket, jantungku bisa copot!”
“...? Kenapa? Tadi cuma mau ngambilin sampah yang nempel di rambutmu aja.”
“Kalau gitu bilang dulu dong! Wajahmu itu cakep banget jadi aku kaget!”
“Kamu juga imut, Kohaku, kan?”
“Aaarrghhh, dasar kamu cewek cantik dingin nggak sadar diri...!”
Aku merasa wajahku langsung memanas.
Ini benar-benar nggak baik buat jantungku.
Cuma berada di ruangan yang sama aja dia udah berkarisma banget, eh sekarang dia malah deketin aku sambil ngomong manis... ini gak kuat.
Aku bakal jadi otaku yang kelewat batas.
Wah ini vibes-nya wholesome banget
Pertama kalinya hubungan manis di tengah “lubang comberan”
Konsep Hana × Zen
Langsung kalah mental wkwk
Ternyata nggak tahan diserang, ya
Hmmm, ini agak nakal ya~
“Ngomong semaunya aja kalian, para otaku! Coba pikir deh! Aku ini fans-nya, loh!? Jujur aja, cuma diajak ngobrol pun aku udah hampir ambruk, apalagi sekarang dibilang ‘imut’ di telinga, kalian tahu rasanya gimana??”
“...Nggak tahu.”
“Ya iya sih! Mau aku bisikin juga!?”
“Boleh.”
Eh.
Otakku kosong seketika.
Sementara itu, Zenchi-san udah nyodorin telinganya ke arahku sambil bilang, “Nih,” siap menerima.
Ini udah kayak komedi duo Jepang
Kohaku yang tiba-tiba kaku tuh lucu banget
Manis banget
Seriusan mau dilakuin!?
Para pecinta yuri langsung meradang... padahal si Kohaku-nya sendiri yuri banget???
...Ya udah, ayo lakuin. Harus dilakukan.
Aku nggak boleh dianggap remeh sama penonton.
Aku bukan otaku payah yang cuma bisa memuja dari jauh.
Aku ingin jadi yang menggoda, bukan yang digoda!
Nggak ada maksud aneh kok!!
Aku mendekat ke telinga Zenchi-san yang indah itu, lalu mengubah suasana hatiku sepenuhnya.
Dengan suara agak rendah, dibumbui aura menggoda...
“Imut.”
Hanya satu kata.
“――Ahhk, nngh...”
Zenchi-san langsung memalingkan wajah seperti tersentak.
Suara manis sesaat itu menandakan satu hal—aku telah berhasil mengungkap sisi tersembunyi Zenchi-san.
Aku mencoba menyerang lebih lanjut, menatap wajah Zenchi-san yang sekarang sudah berbalik, dengan paksa.
“Eh? Zenchi-san, mukamu merah banget, loh...?”
“Ugh... curang, deh.”
“Aku dengar katanya kamu punya pendengaran yang sensitif, jadi kupikir patut dicoba... dan ternyata tepat.”
Suara yang aku keluarkan itu adalah teknik terbaik yang kupelajari selama belasan tahun.
Teknik untuk menyentuh hati orang lewat irama 1/f yuragi.
Itu adalah pola ritme yang katanya secara ilmiah bikin hati orang jadi nyaman—katanya sih begitu di internet.
Bukan kekuatan khusus, tapi memang sudah terbukti bisa bikin orang lebih disukai, lebih mudah didekati.
• Ini tuh beneran manis banget, sampai aku yang nonton ikut ke-trigger
• Buset efeknya gila
• Ini mereka ngapain sih wkwkwkwk
• Wajah Zenchi memerah...!?
• Seriusan bisa ditaklukkan nih, ngakak
• Hanayori ternyata high spec, beneran!?
Memang dia high spec hasil budidaya.
Selain streaming, hidupnya cuma belajar dan latihan. Mau jadi kayak dia? Kamu bakal cuma bisa mikirin dunia VTuber terus. Jalan ke depan penuh penderitaan, lho.
"Kayaknya... aku bisa menaklukkannya."
Aku bergumam pelan.
Bukan berarti dia gampang didekati, tapi juga tidak se-dingin dan tak peduli seperti yang orang-orang bilang.
Dia hanya tidak pandai mengekspresikan perasaan. Sebenarnya dia gadis biasa, kok.
"Suara itu... kamu bisa ubah dari awal?"
"Enggak, aku latih sejak kecil. Kalau kamu paksa tenggorokanmu, ternyata bisa juga lho!"
"Enggak mungkin... maksudku, bisa pun aku nggak bakal mau."
"Semua ini demi kegemesan!"
"Matamu serem banget waktu ngomong itu."
• Penasaran banget masa kecil Hanayori wkwk
• Dia pengen jadi seiyuu ya? Sekarang juga bisa sih padahal
• Keliatan kayak orang yang selalu ngegas banget
• Kayaknya dia rela mati demi momen gemesnya wkwk
"Ngomong-ngomong, Zenchi-san, kamu cantik banget ya. Padahal kayaknya nggak ngelakuin skincare, tapi kulitmu tetap bagus. Bisa-bisa para cewek garis keras ngamuk nih liat kilau kulitmu."
"Skincare itu apaan...?"
"Boleh nggak saya ngamuk sekarang???"
• Cewek hardcore spotted wkwk
• Foreshadowing-nya langsung ke-trigger cepet amat
• Emang sih, kelihatannya dia cuma cuci muka terus udah
• Fans Zenchi tahu semua kehidupan pribadinya lol
Kami tahu semua tentangmu! (Secara harfiah)
Tapi ya begitulah, dia memang terbuka banget tentang data pribadinya. Itu doang yang aku nggak bisa tiru—ngeri sih. Walau... aku punya kemampuan untuk lindungi, sebenarnya.
"Zenchi-san... ya, tetap seperti sekarang juga gak apa-apa sih. Soalnya kamu udah versi sempurnanya."
"Aku nggak ngerti, tapi kamu juga udah bagus begitu, Hanayori."
"Padahal aku lagi ngalamin krisis karakter lho sekarang???"
"Itu Hanayori."
"Kamu ngejek aku, ya?"
Sambil ngobrol begini, ternyata waktu sudah malam. Karena tirai blackout-nya selalu tertutup, aku nggak sadar sudah malam.
Kayaknya dari awal Zenchi-san juga nggak peduli sama waktu dan cuma ngelakuin sesuka hati.
Tiba-tiba, dari sebelahku terdengar suara kecil yang menggemaskan, "kuu~"
"......Aku lapar."
Posenya yang megang perut sambil mengeluh itu beneran kayak anak kecil, bikin aku cekikikan dan langsung nawarin:
"Kalau kamu mau, aku bisa masak. Mau makanan Jepang, Barat, atau Cina, semuanya bisa!"
"Kalau mi instan sih ada..."
"Jangan dong, nanti nutrisimu rusak. Bisa cepet mati, lho."
"Mu... oke, tolong ya."
"Dengan senang hati!"
Aku menjawab sambil menghormat dengan gaya lebay.
Zenchi-san ikut tertawa juga. Duh, manis banget.
Aku pun berjalan ke dapur, berdasarkan ingatan soal tata ruang rumah ini yang kupelajari waktu bersih-bersih tadi. Semua perlengkapannya besar dan super lengkap. Iri banget.
"Haaah..."
Seperti yang sudah kuduga, isi kulkasnya cuma bumbu doang. Aku buru-buru ambil dompet dan bilang,
"Aku belanja sebentar, ya. Kamu mau makan apa?"
"……Hamburg."
"Sip, sip. Aku pergi dulu, ya."
"Nn. Aku bayarin."
"Gak usah. Terimalah traktiran dari adik kelasmu."
Aku tertawa, lalu meninggalkan rumah Zenchi-san.
Kena angin sejuk di lorong apartemen, aku tiba-tiba merasa bahwa melakukan sesuatu untuk orang lain itu memang bikin hati terasa hangat.
Katanya sih, di kehidupan sebelumnya aku juga dikenal sebagai orang yang suka bantuin orang lain. Sepertinya sifat itu kebawa juga ke kehidupan sekarang.
Walau aku sendiri agak ragu juga, sih.
***
Sementara itu, di dalam rumah...
"……Kayaknya aku bakal jatuh cinta."
• Pantes aja sih, salah sendiri wkwk
• Nadanya serius banget lagi wkwkwk
• Hanayori udah kayak ibunya Zenchi lho ini
• Baru sadar ya, yang benar-benar perhatian gini ke dia tuh baru Hanayori
• Kayak lagi nonton romansa di dunia nyata deh ini lol




Posting Komentar