no fucking license
Bookmark

Prolog

 Hidup adalah rangkaian dari pilihan, dan waktu adalah sesuatu yang tak bisa diputar balik.

Jika ada satu momen yang menentukan jalan hidup Fuyajou Ruri, maka itu pastilah hari itu.

Hari itu, tujuh tahun yang lalu.

Ruri kecil sedang duduk bersimpuh di kediaman utama keluarga Fuyajou, tepat di hadapan kepala keluarga.


Di belakangnya berdiri sang ibu, sementara di sekelilingnya berjajar gadis-gadis muda yang mengenakan topeng.

Sebuah pemandangan yang aneh. Namun, Ruri tidak merasa takut atau heran—dia hanya menatap lurus ke arah paling dalam ruangan.

Hanya ada satu alasan. —Karena api tekad sedang menyala di dalam dadanya.


"Apakah kau serius mengatakan itu?"


Suara tenang terdengar dari balik tirai kehormatan di bagian atas ruangan.


"—Ya."


Ruri menatap lurus ke bayangan di balik tirai, lalu menjawab dengan suara tenang dan mantap.


"Aku ingin menjadi seorang penyihir. Seorang penyihir yang sangat kuat, yang tak akan kalah dari siapa pun.

Seorang penyihir yang cukup kuat untuk mengalahkan semua faktor kehancuran di dunia ini."


Suara tawa kecil terdengar dari para gadis bertopeng yang berdiri di sekitarnya.

—Wajar saja. Seorang anak yang bahkan belum berhasil melakukan Manifestasi Pertama bicara sesumbar seperti itu. Reaksi mereka tak bisa disalahkan.


"Diamlah kalian."


Namun begitu suara dari balik tirai terdengar, tawa itu langsung lenyap, dan para gadis menutup mulut mereka serentak.


"Ruri, kekuatan seorang penyihir berasal dari kekuatan hati. —Apa kau benar-benar memiliki tekad itu?"


"Ya."


Tanpa sedikit pun keraguan, Ruri menjawab, lalu melanjutkan,

"Jika ada sesuatu yang mengancam dunia, aku akan menghancurkan semuanya.

Aku akan menjadi cukup kuat untuk melakukan itu. Karena itu—"


Ruri mengepalkan tangannya erat-erat.


"—setidaknya, biarkan Kakak tetap menjadi manusia biasa."

Posting Komentar

Posting Komentar